.

Mengenai Saya

Foto saya
Klaten , Jawa Tengah, Indonesia
Suka ikutan kuis, lagi belajar nulis, narsis, kadang suka nangis.

Kamis, 25 Juli 2013

BULLYING? NGGAK LAH YAW!

Bully atau intimidasi sepertinya makin marak kita jumpai. Bahkan menjadi head line news surat kabar-surat kabar di Indonesia. Miris rasanya, baca berita tragis yang terpampang gede-gede di head line surat kabar. Yang kerap menjadi korban bullying  biasanya adalah anak-anak. Bullying bisa terjadi di mana saja. Baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Di lingkungan keluarga misalnya seorang kakak kepada adiknya, di sekolah biasanya antara kakak kelas ke adik kelas, atau teman sekelas sendiri, atau bisa juga guru ke muridnya, di lingkungan masyarakat biasanya dengan teman sepermainan. Banyak faktor yang memicu adanya bullying . Jika tidak diantisipasi, maka tentu saja bullying yang awalnya hanya berupa ejekan akan berkembang menjadi tindakan kekerasan fisik. Seperti kata pepatah, “mulutmu harimaumu”. Jadi, jaga lisan yuk guys! Jangan sampai bikin orang lain sakit hati.

 Faktor-faktorberikut, berpotensi menjadi sasaran tindakan bullying:

- Siswa baru disekolah.
- Latar belakang sosial-ekonomi.
- Latar belakang budaya atau agama.
- Kondisi fisik (warna kulit, warna rambut, postur tubuh)
- Faktor Intelektual.


-Siswa baru disekolah.

Nah yang ini jadi sasaran embuk tindak bullying. Dengan dalih MOS, senior merasa bebas untuk melakukan bullying. Mungkin inijuga semacam bentuk balas dendam. Seperti sebuah mata rantai yang berkaitan. Jika tahun sebelumnya si senior di-bully maka si senior ini akan melampiaskan rasa dendamnya kepada juniornya. Untuk mengatasinya maka putuslah mata rantai itu. Jika kemarin kita ngerasain nggak enaknya di-bully, maka jangan sampai adik-adik kelas ngerasain hal yang sama. Dari pihak sekolah juga harus  bertindak tegas untuk memutus mata rantai itu. Tindakan kekerasan fisik harus diminimalisir semaksimal mungkin. Selain tindakan fisik, hal-hal yang bisa merusak mental siswa juga harus dihindari. Karena bullying tidak hanya berkaitan dengan kekerasan fisik, tapi juga mental. Ejekan dan bentakan juga termasuk dalam tindak bullying. Si anak akan mengalami krisis percaya diri,murung, cenderung pendiam. Jika mental si anak tidak kuat, bisa membuat si anak mogok sekolah, atau bahkan yang lebih tragis adalah bunuh diri. Hiiiiy ngerikan?

-Latar belakang sosial-ekonomi.

Status si kaya dan si miskin, bisa memicu bullying.Tontonan sinetron yang selalu glamor dan menonjolkan kekuasaan antara si kayadan si miskin sepertinya sangat berpengaruh. Si kaya akan lebih populer dan banyak teman dan selalu melakukan bullying terhadap si miskin. Sebuah kisah sinetron yang klasik banget ya? Untuk menghindari ini, tumbuhkan rasa percaya diri.Tunjukkan prestasi, baik akademik dan non akademik. So, si miskin tetap bisa populer dengan segudang prestasinya.  Betul?

-Latar belakang budaya atau agama.

Indonesia itu kaya budaya dan penduduknya juga menganut agama yang berbeda-beda. Jika seseorang tinggal atau bersekolah di lain daerah dan menjadi minoritas, maka dia berpeluang untuk di-bully. Misalnya saja akan timbul sebutan“Si Jawir” untuk siswa pindahan dari Jawa misalnya. Atau “Anak Cina” untuk merekayang ada garis keturunan Cina . Agama juga berpengaruh, misalnnya ada satu atau dua orang yang menganut agama lain di dalam suatu kelas. Jika tidak bisaberadaptasi dan berinteraksi maka siswa ini menjadi tersisihkan.

-Kondisifisik (warna kulit, warna rambut, postur tubuh).

Nama adalah doa. Jadi sebuah nama yang diberikanorang tua harus dihargai dong. Pernah nggak sih manggil teman dengan “julukan”? Sebutan “si hitam” atau “sikriting”  “si pincang” atau julukan lainyang menonjolkan kekurangan fisik teman kamu?

"Hei kerdil! Nyampe nggak tuh naruh buku di rak?" atau "Eh, gendut mau ake mana?" atau mungkin "tiang listrik, mau ke mana woy!"

Kan yang manggil gitu bukan gue doang. Lagian dia udah biasa dipanggil gitu, dan nggak marah kok. Eiiits! Nggak bisa gitu dong! Dari dasar hati yang paling dalam, pastinya dia juga nggak suka masalah fisik dibawa-bawa.

Kalau ada yang masih ada manggil temennya kayak gitu mulai sekarang mereka sesuai nama mereka. Rasulullah aja memanggil dengan panggilan yang baik, yang menyenangkan. Jadi hati-hati dengan lisanmu Mas Bro dan Mbak Sist.


-Faktor Intelektual.

Sebutan idiot dan sejenisnya pasti akan didapat untuk mereka yang mempunyai tingkat intelektual rendah. Tapi mereka semua itu sudah takdir dari Allah SWT, kalau mereka bisa minta. Pasti minta dianugerahi otak secerdas punya Eistein. Coba kalau kamu ada di posisi mereka, pasti juga nggak akan mau kan? Meskipun dianugerahi otak encer tapi nggak mau belajar, pasti kita juga akan menyandang predikat “bodoh” atau “IQ jongkok”. Orang-orang yang punya IQ rendah nggak selamanya bodoh loh guys! Kalau mereka lebih rajin belajar, bisa jadi nilainya akan lebih tinggi daripada yang IQ-nya lebih tinggi tapi males belajar.























Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway UNFRIEND YOU (LET'S SAY NO TO BULLYING -DL: 20 Juli 2013) More info click this 

Sabtu, 13 Juli 2013

GIVEAWAY “Temui Aku di Surga” by Ella Sofa






Judul Novel     : Temui Aku di Surga
Penulis            : Ella Sofa
Penerbit           :Quanta, Imprint dari Elex Media Komputindo
                        (Grup Kompas Gramedia)
Tebal buku      : 228 hal.
Harga Buku     : Rp. 44.800,-


Sinopsis:

           Malik, si anak manja dan mantan preman itu telah insaf. Bahkan ia sempat menikmati kehidupan dalam pesantren selama beberapa tahun. Ia bertemu dengan Yudho, seorang pemuda miskin yang memberikan energi baik padanya. Mereka menjadi sahabat layaknya saudara.

           Saat mereka begitu akrab, Malik menghadapi situasi berat dalam hidupnya. Ia harus rela melepas hubungan cintanya dengan Hesti, yang memilih meneruskan hafalan Al Qur’annya dengan mengorbankan cintanya pada Malik. Pada saat yang sama, Malik juga sedang mempersiapkan diri menjadi calon petinggi (kepala desa) di desanya. Yudho, sahabatnya, begitu khawatir dengan keputusan Malik yang tiba-tiba bertolak ke Surabaya. Dan kekhawatiran itu terjawab denganpulangnya Malik dalam keadaan sebagai jenazah.

           Waktu berjalan, kehidupan bergulir.Yudho yang berjanji menjaga ayah ibu Malik sebagai orang tua sendiri bertemu dengan takdir yang membuatnya harus berpikir keras. Ia harus menerima amanat warga untuk meneruskan pencalonan petinggi yang dulu akan diberikan pada Malik. Walau kehidupan ekonomi dan usia mudanya seakan tak mendukung pencalonan itu, namun dengan dukungan para sesepuh desa ia memutuskan menghadapi tantangan itu demi perubahan nasib warga. Beberapa kesulitan ia temui dari pihak lawan yang tak lain adalah petinggi yang sedang menjabat, Pak Thamrin. Pak Thamrin yang tidak fair, main dukun, main ancaman kekerasan, justru menjadikan Yudho kian menunjukkan kedewasaannya serta makin dekat dengan Allah.

           Takdir membuat cerita bahwa Yudho pernah sekali bertemu dengan Hesti, gadis yang pernah dipuja sahabatnya itu. Dari pertemuan itu Yudho makin paham mengapa Malik begitu terpesona pada sosok Hesti yang memang berbeda dengan gadis kebanyakan seusianya.

           Lalu bagaimana kelanjutan sepak terjang Yudho? Mampukan ia memenangkan pemilihan petinggi itu? Mampukan ia menguak tabir kematian Malik? Mampukah Hesti mengatasi rasa bersalah yang melandanya? Apakah ada kelanjutan kisah indah antara Yudho dengan Hesti?

          Setelah mampir di blognya mbak Ella dan baca behind the scene penggarapan novel ini saya baru tahu kalau awalnya novel ini diberi judul “Balas Budi Pak Petinggi”. Waaah... kalau judulnya beneran itu, kayaknya kurang “wah”. Untung judul finalnya “Temui Aku di Surga”.
 
         Salut buat Mbak yang satu ini karena tetap semangat meski hamil gede buat ikutan lomba, meski udah kelewat DL untuk diikutkan lomba novel Republika. Akhirnya novel ini selesai dan dikirim ke Gema Insani Pers (GIP) dengan judul “Menantang Matahari”. Hmm jadi inget film “Mengejar Matahari” ya? He he

         Sebuah perjuangan yang penuh lika -liku karena ternyata di penerbit Gema Insani Pers (GIP) ditolak, namun kemudian dengan semangat 45 kembali dirombak.  Mbak Ella curhat kalau file novel  ini pernah terhapus oleh suaminya, karena salah pencet. Walaaah! Nambah lagi kan cobaannya. Tapi alhamdulllah ternyata suami Mbak Ella pernah mengopi file yang terhapus itu ke disk dan ketinggalan di kantor.

         "Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil." Mbak Ella diberi jalan kemudahan denganmengadd FB mbak Linda Razad yang bekerja di Elex Media Komputindo. Dan akhirnya naskah novel Mbak Ella berjodoh dengan Quanta, imprint dari Elex Media Komputindo.
         Komentar saya tentang sinopsis, cukup menarik. Penasaran dengan misteri kematian Malik. Dan pasti ada haru,tangis, tawa dan intrik di dalamnya. Saya suka novel-novel islami, jadi buku ini bisa jadi alternatif bacaan. Judulnya so sweet banget, dan bikin penasaran kisah lengkapnya. Nama tokoh-tokohnya sangat “Jawa”, hmmm berarti setting di Jawa dong ya. Ya iyalah, masak ya iya dong! :D

        Semoga di dalam novel banyak ditemui kebudayaan Jawa yang dijadikan setting. Covernya suka, bikin seger mata karena warna hijau. Go greeen!!  Tapi menurut saya pribadi logo “Novel Islami” terlalu besar, jadi agak mengganggu. Nama penulisnya juga nggak terlalu keliatan karena warnanya putih menyamai warna di covernya. Kalau nggak baca sinopsisnya, saya nggak nyangka kalau isinya dipenuhi dengan  intrik politik. Awalnya saya kira novel ini mengisahkan kisah-kisah klasik rumah tangga.

Sukses untuk Mbak Ella! Semangaaat! Salam untuk ketiga putra-putrinya.


Novel bisa didapat di toko buku Gramedia dan toko buku lainnya. Di toga mas ada diskon, di grazera.com dan BukuKita online juga diskonan. Temukan di deretanBuku Islami Quanta, ya...



Tulisan ini diikutkan dalam kuis Novel gratis oleh mbak Ella Sofa. Teman-teman yang mau ikutan bisa cek di link ini

Say juga buat tulisan ini di note FB



Sabtu, 06 Juli 2013

Review All About Love












Judul                     : All About Love
                              (Untuk Cinta yang Tak Bisa Memiliki)
Penulis                   : @johanesindra7
Penerbit                 : Wahyu Media
Tebal                      : vii + 276 halaman : 12,7 x 19 cm
Cetakan                  : 2013
ISBN                      : 979-795-697-0

Mungkin, berat rasanya membiarkan orang yang dicintai bahagia tanpa bersama kita.
Satu sisi kita butuh cinta dari dia, Tapi kita juga ingin dia bahagia, kan? Kalau kita cuma menuntut tanpa memikirkan perasaan orang tersebut, kita hanya menyakiti satu sama lainnya. Jika cinta adalah pengorbanan, apakah cinta harus saling memiliki?
 
All About Love ini nyeritain tentang perjalanan cinta dua anak SMA yang bahagia, seperti Galih dan Ratna. Indra dan Clara, seorang adik kelas dan kakak kelas yang akhirnya jadian setelah proses pdkt alias pendekatan yang panjang. Sempat juga LDR-an karena Indra harus melanjutkan kuliah dan Clara juga pindah ke kota yang berbeda. Yang namanya hubungan jarak jauh, pasti nggak selamanya mulus dong. Clara sempet cemburu berat pas Indra pergi liburan ke luar negeri bersama Karen. Meskipun perginya bareng-bareng dengan keluarga Indra juga. 


Karena, jika ada KEPERCAYAAN dan rasa saling MENGHARGAI, maka akan terwujud kata, hanya“AKU” dan “KAMU” tidak akan ada kata “DIA”. (hlm. 99)


Hubungan LDR Jakarta-Depok ini awalnya berjalan aman-aman saja. Hanya ada tambahan bumbu pertengkaran kecil. Bahkan Indra sudah kenal baik dengan keluarga Clara. Indra memberi kejutan kue ultah, slide foto-foto mereka berdua, pas Clara ulang tahun sekalian merayakan hari jadian mereka. So sweeet banget deh pokoknya. Sebuah perjuangan demi menjaga hubungan jarak jauh.


Namun tiba-tiba Clara minta putus. Bukan sekali, tapi berulang kali tanpa alasan yang jelas. Kayak lagunya BBB, mereka sempet putus-nyambung. Namun akhirnya hubungan ini kandas juga. Indra harus rela melepas Clara. Tentu saja ini membuat Indra galau tingkat dewa. Dan karena kegalauannya ini terciptalah akun twitter @SoDamnILoveYou.


Cla, gue tahu hati gue udah hancur berkeping-keping. Tapi bolehkan gue terus mencintai lo dengan sisa-sisa kepingan itu? (hlm. 147) 


Tanpa lo, gue nggak akan mengenal apa itu arti CINTA dan SAKIT HATI. (hlm.150)


Cinta itu BERKORBAN. Jka kita hanya menuntut tanpa memikirkan orang tersebut, itu namanya bukan CINTA. (hlm.152)


Sakit seperti ini tuh ibarat divonis dokter. Satu sisi ingin bangkit dari keterpurukan ini, namun sisi lainnya gue merasa nggak mampu. (hlm. 156) 


Di saat-saat Indra galau karena nggak bisa ngelupain Clara, hadirlah Andien. Seorang teman kuliah Indra. Awalnya cuma saling curhat, namun hubungan itu semakin dekat dan mereka merasa saling membutuhkan. Dan mereka akhirnya jadian.


CINTA, hanya 5 huruf, 2 detik untuk mengucapkannya, 5 detik untuk menuliskannya, namun untuk membuktikannya, butuh waktu seumur hidup dan jutaan kalimat untuk mengartikannya. (hlm. 181)


Menurut gue, CINTa itu bukan cabai yang sekali gigit lagsung terasa pedasnya.Tapi lebih cocok dikatakan sebagai sebuah pisau yang diasah. Nggak sekejap langsung selesai, butuh proses untuk mendapatkan kesempurnaan. (hlm. 183)


Namun selama jalan sama Andien, sosok Clara tetep nggak mau pergi. Indra malah ngebanding-bandingin Andien dan Clara. Dan akhirnya Indra memutuskan Andien, karena nggak mau ngebohongin perasaannya sendiri. Andien ikhlas menerima keputusan itu dan mereka tetep berteman baik.

Namun gue bangga bisa melewati itu semua. Meskipun ada masa-masa sulit dan masa-masa bahagia di dalamnya. Makasih untuk kalian semua, pacar dan  sahabat untuk sumbangan kedewasaannya padaku. (hlm. 201)
  
Di novel All about Love, kalian bakal nemuin bahasa-bahasa khas twitter, makannya novel ini dikasih label halal, eh maksudnya dikasih label “Twitlit” alias “Twitter Literature”. Novel ini berisi tentang rasa cinta, kangen, cemburu, dan rasa sakit hati yang dialami sama penulisnya.


Dalam novel ini, @johanesindra7 juga menyertakan empat cerpen followers-nya yang pasti nggak kalah seru. Ada Cerpen Awan Hitam (@byah_07), Playboy Facebook (@ryandizahdomo), Dear My Firt Love (@AnggitaFantasiana), dan yang terakhir You are The Best (@harrysuryadi_).


Novel ini mengajari kita untuk mengatasi virus galau karena nggak bisa ngelupain mantan. Dan tentunya galau yang positif. Buktinya dari kegalauan yang disalurkan lewat tulisan, bisa jadi sebuah novel. Betuuul? Yups, selamat bergalau ria! 


Jika penasaran berlanjut, silakan hubungi toko buku terdekat dan beli bukunya. Atau kontak langsung ke penerbitnya @wahyumedia.


Happy reading!



NB: Resensi ini diikutsertakan dalam Sayembara Review Buku #BloggerWayKeren1 yang diselenggarakan oleh Penerbit Wahyumedia